Evaluation of Motility, Viability, and Morphology of Spermatozoa from Red Junglefowl-Derived Local Chickens (Gallus gallus) During Storage at 5°C Using 5% and 10% Glucose Infusion Diluents.
DOI:
https://doi.org/10.32534/jkd.v18i2.8885Keywords:
spermatozoa, ayam lokal peranakan ayam hutan merah (gallus gallus), lama penyimpanan, glukosaAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi motilitas, viabilitas, dan morfologi spermatozoa ayam lokal peranakan ayam hutan merah (Gallus gallus) yang disimpan pada suhu 5°C menggunakan pengencer infus glukosa 5% dan 10%. Penelitian ini bersifat eksperimen yang melibatkan 2 faktor, yaitu konsentrasi glukosa (A) dan lama waktu pengamatan (B) yang masing- masing di ulang sebanyak 3 kali (A1B1: Glukosa 5% - 0 menit, A1B2: Glukosa 5% - 15 menit, A1B3: Glukosa 5% - 30 menit, A2B1: Glukosa 10% - 0 menit, A2B2: Glukosa 10% - 15 menit, A2B3: Glukosa 10% - 30 menit). Dari hasil penelitian, persentase motilitas tertingi terdapat pada perlakuan A2B3 sebesar 72,60% sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan A2B1 dengan rata-rata sebesar 64,96%. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan A2B3 memberikan kondisi yang paling optimal untuk meningkatkan motilitas. Selanjutnya pada persentase viabilitas, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan A2B2 sebesar 75,44%, sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan A2B3 dengan nilai sebesar 58,49%. Persentase abnormalitas tertingi terdapat pada perlakuan A2B1 sebesar 54,77% sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada perlakuan A1B1 dengan nilai sebesar 39,45%. Dapat disimpulkan bahwa pengenceran menggunakan glukosa dan lama waktu penyimpanan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persentase motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam lokal peranakan ayam hutan merah (Gallus gallus).
References
Asnawi, A., Indarsih, B., Haryani, D., Jaya, S., Nachida, M., dan Dradjat, A. S. (2021). Evaluasi Kualitas Spermatozoa Ayam Brahma, Cochin dan Bangkok Sebagai Dasar Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan pada Ayam Kampung. Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan, 1-9. DOI: https://doi.org/10.29303/jstl.v0i0.250
Hall, J. E. (2021). Guyton and Hall textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.
Ismail, N. F. (2020). Glucose metabolism: The energy-producing metabolic pathways in human spermatozoa motility. Asian Journal of Medicine and Biomedicine, 4(SI1), 47–51.
Junaedi, A., dkk. 2024. Pengaruh penambahan glukosa dalam pengencer terhadap kualitas spermatozoa ayam lokal selama penyimpanan. Tropical Animal Science Journal, 47(2): 145–153.
Khaeruddin, A., Yusuf, S., dan Rahman, M. (2024). Pengaruh penambahan glukosa atau fruktosa dalam tiga jenis cairan kristaloid terhadap kualitas spermatozoa ayam Gaga’ dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Repositori Universitas Hasanuddin.
Kusuma, R., Sari, D., dan Putra, A. (2021). Pengaruh usia dan nutrisi terhadap kualitas spermatozoa ayam lokal peranakan hutan. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(2), 123-130.
Kusumawati, E. D., dan Naga, B. H. (2019). Kualitas spermatozoa ayam kampung pada suhu 5oC dengan lama simpan yang berbeda. Jurnal Sains Peternakan, 7(2), 141-147. DOI: https://doi.org/10.21067/jsp.v7i2.4010
Nuralamsyah, M., Mansur, M., & Armayani, M. (2023). Pengaruh penambahan glukosa pada pengencer masa kriopreservasi. Jurnal Peternakan Lokal, 6(1), 1–8. DOI: https://doi.org/10.46918/peternakan.v6i1.2064
Tropis, T. P. (2020). Pengaruh pakan terhadap kualitas semen ayam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 7(3), 218-232. DOI: https://doi.org/10.33772/jitro.v7i3.11695
Wahyuni, R., Putra, A., dan Kusuma, R. (2019). Evaluasi kualitas spermatozoa ayam lokal peranakan hutan berdasarkan parameter motilitas dan viabilitas. Jurnal Reproduksi Ternak, 10(2), 77-85.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Msy Nurhalimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






