PRODUKTIVITAS AYAM PETERLUR FASE LAYER DENGAN PEMBERIAN PAKAN ADITIF ORGANIK

Authors

  • Dimas ujang Susilo Dimas ujang Susilo Universitas uhammadiyah Cirebon
  • M. Ghulam Al Khidzir Universitas Muhammadiyah Cirebon image/svg+xml
  • Arya Winata
  • Aef Saeful Fatah Universitas Muhammadiyah Cirebon image/svg+xml
  • Rifqi Niki Dwi Fauzi Universitas Muhammadiyah Cirebon image/svg+xml
  • M. Faiza Nurul Padilah Universitas Muhammadiyah Cirebon image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.32534/jkd.v18i1.8462

Keywords:

Ayam Petelur, Pakan Aditif Organik, Produktivitas Telur, (FCR), Income Over Feed Cost (IOFC).

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pakan aditif organik terhadap produktivitas ayam petelur pada fase layer. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic review terhadap 20 artikel ilmiah nasional yang relevan. Parameter yang dianalisis meliputi Hen Day Production (HDP), berat telur per ekor, konsumsi pakan, Feed Conversion Ratio (FCR), serta keuntungan ekonomi yang dihitung melalui Income Over Feed Cost (IOFC). Berbagai bahan aditif organik yang dikaji antara lain kulit bawang putih, tepung daun katuk, daun kelor, daun sirih, mengkudu, ampas jamu, dan belimbing wuluh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberian pakan aditif organik berpengaruh nyata terhadap peningkatan produktivitas ayam petelur. Kulit bawang putih dan mengkudu menghasilkan nilai HDP tertinggi, masing-masing sebesar 87,82% dan 115,95%, sedangkan daun kelor menunjukkan efisiensi pakan terbaik dengan nilai FCR sebesar 2,04. Dari aspek ekonomi, kulit bawang putih memberikan nilai IOFC tertinggi sebesar Rp4.612,12, diikuti oleh penggunaan ampas jamu. Selain itu, peningkatan kualitas telur juga teramati, terutama pada penggunaan tepung daun katuk yang menghasilkan berat telur rata-rata tertinggi sebesar 86,71 g per ekor. Secara keseluruhan, penggunaan pakan aditif organik terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas telur, serta keuntungan ekonomi usaha ayam petelur. Temuan ini menunjukkan bahwa pakan aditif organik berpotensi menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk menggantikan antibiotik sintetis, sejalan dengan kebijakan pelarangan penggunaan antibiotik dalam pakan ternak di Indonesia.

References

Agus Prasetyo, Restuti Fitria, N. H. (2022). Bulletin of Applied Animal Research. Baar, 4(2), 73–81.

Ahmad, M., Tampoebolon, B. I. M., & Subrata, A. (2020). Pengaruh Perbedaan Aras Aspergillus Niger dan Lama Peram terhadap Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Fermentasi Kelobot Jagung Amoniasi secara In Vitro. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 15(1), 1–6. https://doi.org/10.31186/jspi.id.15.1.1-6

Amaliah, R., Nursani, N., & Ramadani, D. (2023). Evaluasi Kualitas Pakan antara Ransum Komplit Berbasis Daun Jati Putih dan Tongkol Jagung pada Ternak Kambing. Buletin Peternakan Tropis, 4(1), 49–54. https://doi.org/10.31186/bpt.4.1.49-54

Fariani., dkk, A. (2018). Pengaruh Penambahan Dosis Urea Dalam Amoniasi Limbah Tongkol Jagung Untuk Pakan Ternak Terhadap Kandungan Bahan Kering, Serat Kasar Dan Protein Kasar. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.29122/jrl.v5i1.1872

Gustiani, E., & Permadi, K. (2015). Kajian Pengaruh Pemberian Pakan Lengkap Berbahan Baku Fermentasi Tongkol Jagung terhadap Produktivitas Ternak Sapi PO di Kabupaten Majalengka. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 17(1), 12. https://doi.org/10.25077/jpi.17.1.12-18.2015

Hastuti, D., A, S. N., & M, B. I. (2011). Pengaruh Perlakuan Teknologi Amofer (Amoniasi Fermentasi) Pada Limbah Tongkol Jagung Sebagai Alternatif Pakan Berkualitas Ternak Ruminansia. Jurnal Ilmu Pertanian, 7(1), 55–65.

Hernaman, I., Ayuningsih, B., Ramdani, D., & Al-Islami, R. Z. (2018). Pemanfaatan Filtrat Abu Sekam Padi untuk Mengurangi Lignin Tongkol Jagung. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 20(1), 37. https://doi.org/10.25077/jpi.20.1.37-41.2018

Kriskenda, Y., Heriyadi, D., & Hernaman, I. (2016). Pengaruh Perendaman Tongkol Jagung the Effect of Soaked Corn Cob By Various Concentration of Rice Husk. Majalah Ilmu Peternakan, 19(1), 24–27.

Nahroni, A. T., Haryuni, N., & Alam, Y. (2023). Pengaruh Waktu Sangrai Terhadap Kadar Air, Konsentrasi Aflatoksin Dan Kualitas Fisik Jagung Untuk Pakan Ternak. Journal of Science Nusantara, 3(3), 91–97. https://doi.org/10.28926/jsnu.v3i3.1177

Nusi, M., Utomo, R., & Soeparno. (2011). Pengaruh penggunaan tongkol jagung dalam. Buletin Peternakan, 35(3), 173–181.

Prastyawan, R. M., Tampoebolon, B. I. M., & Surono. (2012). Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung Melalui Teknologi Amoniasi Fermentasi (Amofer) Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Serta Protein Total Secara In Vitro [Quality Improvement of Corn Cob by Ammoniation-Fermentation on Dry Matter and Organic. Animal Agriculture Journal, 1(1), 611–621.

Rostini, T., Jaelani, A., & Ali, M. (2022). Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik, Kandungan Protein Dan Serat Kasar Tongkol Jagung. Ziraa’Ah Majalah Ilmiah Pertanian, 47(2), 257. https://doi.org/10.31602/zmip.v47i2.7302

Widaningsih, N., Dharmawati, S., & Puspitasari, N. (2018). Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Tongkol Jagung yang Difermentasi dengan Menggunakan Tingkat Cairan Rumen Kerbau yang Berbeda. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 43(3), 255–265.

Widiasri, N. L. P., Husni, A., Sutrisna, R., & Liman, L. (2024). Pengaruh Dosis Ragi Tempe Pada Pembuatan Tempe Tongkol Jagung Terhadap Kandungan Nutrisi Untuk Pakan Ternak. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 8(1), 100–106. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.1.100-106

Yahya, R., Irwan, M., & M, A. (2023). Pengaruh Lama Fermentasi Tumpi Jagung Menggunakan Yakult Sebagai Alternatif Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Peternakan Lokal, 5(2), 30–39. https://doi.org/10.46918/peternakan.v5i2.1876.

Published

2026-02-14

How to Cite

PRODUKTIVITAS AYAM PETERLUR FASE LAYER DENGAN PEMBERIAN PAKAN ADITIF ORGANIK. (2026). Kandang : Jurnal Peternakan, 18(1), 54-60. https://doi.org/10.32534/jkd.v18i1.8462