Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Persalinan Preterm di RSUD Arjawinangun

Main Article Content

Tiah Jasminartiah
Liliek Pratiwi
Oktiani Tejaningsih

Abstract

Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Persalinan Preterm


di  RSUD Arjawinangun


 


Tiah Jasminartiah1, Liliek Pratiwi2, Oktiani Tejaningsih2


Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2


 


ABSTRAK


 


            Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 37 minggu yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir. Semakin muda usia kehamilan, semakin tinggi angka kematian perinatal. Karena baik di negara berkembang maupun negara maju penyebab morbiditas dan mortalitas neonatus terbanyak adalah bayi yang lahir preterm. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko kejadian persalinan preterm ini adalah umur ibu. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur ibu dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Arjawinangun periode Oktober s.d Desember tahun 2017. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan uji Chi Square. Pengambilan sampel yang dilakukan secara total sampling, di dapatkan sebanyak 481 ibu bersalin. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 481 ibu bersalin, 73 (15,2%) ibu melahirkan preterm. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatkan hasil p-value 0,00 < 0,05 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan umur ibu dengan kejadian persalinan preterm di RSUD Arjawinangun.


 


Kata Kunci : umur, preterm

Article Details

Section

Artikel

How to Cite

Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Persalinan Preterm di RSUD Arjawinangun. (2019). Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2). https://doi.org/10.32534/jik umc.v8i2.1194

Most read articles by the same author(s)

> >>