Mengelola Kinerja Tim Engineering: Dari Iklim Kecerdasan Emosional hingga Team Efficacy

  • Nelson Silitonga Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan
  • Muhammad Johan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan
  • Masduki Asbari STMIK Insan Pembangunan http://orcid.org/0000-0003-2460-9171
  • Dhaniel Hutagalung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan
  • Dewiana Novitasari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Insan Pembangunan

Abstract

Berdasarkan social cognitive theory (SCT), penelitian ini mendalilkan karakteristik tim dan faktor lingkungan sebagai pendorong utama kinerja tim (team performance). Dalam model yang diusulkan dari studi ini, kinerja tim dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh dua prediktor (yaitu, team efficacy dan iklim kecerdasan emosional). Demikian juga, perencanaan tim kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja tim. Data dikumpulkan dari 157 kuesioner yang dikembalikan dari sampel yang diambil secara random sampling dari karyawan engineering sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode SEM dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa team efficacy dan iklim kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan tim kerja dan kinerja tim. Demikian juga perencanaan tim kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja tim. Selain itu, pengujian empiris penelitian ini, dengan menyelidiki para teknisi engineering yang bekerja di industri manufaktur Indonesia, melengkapi penerapan teori kognitif sosial dalam memahami kinerja tim. Terakhir, implikasi manajerial tentang kinerja tim dan open problem di masa depan dibahas pada akhir laporan penelitian.

Kata kunci: Iklim kecerdasan emosional, kinerja tim, perencanaan tim kerja, team efficacy.

Published
2021-05-11
How to Cite
Silitonga, N., Johan, M., Asbari, M., Hutagalung, D., & Novitasari, D. (2021). Mengelola Kinerja Tim Engineering: Dari Iklim Kecerdasan Emosional hingga Team Efficacy. Value : Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 16(1), 172 - 187. https://doi.org/10.32534/jv.v16i1.1839

Most read articles by the same author(s)