Pengaruh Tehnik Distraksi visual Terhadap Tingkat Nyeri Akibat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah di UPT Puskesmas Dukupuntang

Authors

  • Pradith Teguh Wijonarko
  • Erida Fadila
  • Dina Rahmah Fajriyanah

DOI:

https://doi.org/10.32534/jik%20umc.v5i2.228

Abstract

Latar belakang : Rumah sakit merupakan tempat dimana anak sering mengalami prosedur medis yang menyakitkan seperti pemasangan infus sehingga menimbulkan stress situasional, kecemasan dan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi anak. Untuk mengurangi nyeri tersebut maka sebaiknya dilakukan tindakan non farmakologis seperti teknik distraksi.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri yang dirasakan oleh anak usia pra sekolah pada pemasangan infus setelah dilakukan teknik distraksi.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi eksperiments with group control bentuk desain ini merupakan pengembangan dari  tru eksperimental designa dengan jumlah sampel 17 orang anak usia pra sekolah (3-6 tahun) yang dirawat di UPT Puskesmas Dukupuntang dan menggunakan teknik sampling Simpel Random Sampling.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 subjek penelitian yang di bagi menjadi dua kelompok,kelompok intervensi diberikan teknik distraksi visual pada saat pemasangan infus dan kelompok kontrol yang tidak di berikan tehnik distraksi visual  ditemukan perbedaan yang sangat jauh, untuk kelompok intervensi .

Kesimpulan :Tingkat nyeri yang dirasakan anak usia prasekolah pada saat pemasangan infus setelah dilakukan teknik distraksi sebagian besar mengalami nyeri ringan. Teknik distraksi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri akibat pemasangan infus

Kata Kunci : Tingkat nyeri, Pemasangan infus, Teknik Distraksi, Anak usia sekolah. Sumber Pustaka : 20 (1993-2010)

Published

2018-07-26

How to Cite

Wijonarko, P. T., Fadila, E., & Fajriyanah, D. R. (2018). Pengaruh Tehnik Distraksi visual Terhadap Tingkat Nyeri Akibat Pemasangan Infus Pada Anak Usia Prasekolah di UPT Puskesmas Dukupuntang. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(2). https://doi.org/10.32534/jik umc.v5i2.228