KONSEP ITMI’NAN DALAM PERSPEKTIF MULLA SADRA
Analisis Falsafi Terhadap Kegelisahan Eksistensial Zaman Digital
DOI:
https://doi.org/10.32534/amf.v7i1.7354Kata Kunci:
IndonesiaAbstrak
Kemajuan teknologi digital telah membawa kenyamanan sekaligus tantangan eksistensial bagi manusia modern. Kecemasan, keterasingan, dan kehilangan makna menjadi gejala yang muncul akibat paparan media sosial dan arus informasi tanpa henti. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep itmi’nan dalam filsafat transendental Mulla Sadra dan mengeksplorasi relevansinya sebagai solusi atas kegelisahan eksistensial zaman digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir falsafi, yang memadukan analisis QS. Ar-Ra’d: 28 dengan konsep harakah jawhariyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itmi’nan merupakan kondisi stabilitas ontologis yang dicapai ketika jiwa manusia menyatu dengan realitas ilahi melalui kesadaran spiritual. Dalam dunia yang dipenuhi distraksi digital dan budaya pencitraan semu, dzikir berperan sebagai terapi eksistensial yang menata ulang relasi jiwa dengan Tuhan. Konsep itmi’nan dalam filsafat Sadra tidak hanya menawarkan ketenangan batin, tetapi juga membuka cakrawala baru dalam pengembangan terapi ruhani dan pendidikan karakter berbasis spiritualitas Islam. Artikel ini menegaskan bahwa pemikiran filsafat Islam klasik masih relevan dan signifikan untuk menjawab problematika eksistensial kontemporer.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Akhmad Dasuki, Marwa Marwa, Shafa Shafa, Nor Afifah, Nismah Sa’adah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.